KENDAL.RILISJATENG.COM – Di tengah arus modernisasi, koperasi dituntut untuk melakukan transformasi digital, agar mampu mengelola organisasi secara profesional.
Hal itu ditegaskan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, saat memimpin upacara Hari Koperasi ke-79, di Alun-alun Kendal, Sabtu (25/7/2026). Menurutnya, pemanfaatan teknologi merupakan kunci, agar koperasi tetap berdaya dan mampu menggerakkan ekonomi akar rumput.
“Koperasi merupakan salah satu pilar untuk ekonomi kerakyatan,” ungkap bupati.
Terkait adanya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), bupati berharap, sinergitas dan kolaborasi antarkoperasi dapat terus ditingkatkan. Langkah tersebut diyakini tidak hanya mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendorong penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kendal.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kendal, Toni Ari Wibowo menyampaikan, pihaknya akan terus mendorong penguatan sektor koperasi, melalui program modernisasi dan digitalisasi.
Toni menyebutkan, saat ini terdapat 531 koperasi aktif di Kabupaten Kendal. Koperasi-koperasi ini dinilai memiliki potensi yang luar biasa besar dalam upaya pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan masyarakat, salah satunya dengan menumbuhkembangkan partisipasi warga melalui keanggotaan koperasi.
“Harapannya satu, yaitu koperasi berjaya, Indonesia jaya, dan Kendal Berdikari,” ujar Toni.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kendal, Tardi menyampaikan, keberadaan gerakan koperasi di Kabupaten Kendal memegang peran strategis dalam mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya warga yang berada di pedesaan.
Tardi berharap, melalui peran aktif koperasi, tingkat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kendal dapat merata secara optimal.







