Hadiri Wisuda PGPQ Fuspaq, Wamen Minta Hindari Pemahaman Agama Ekstrim

RILISJATENG.COM- Wakil Menteri Agama RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi didampingi Bupati Kendal, H. Dico M. Ganinduto, B.Sc menghadiri acara wisuda Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ) Markhalatul Ula ke-34 yang digelar oleh Forum Ukhuwah Silaturahim Pendidikan Al Quran (Fuspaq) Kabupaten Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (18/5/2023).

Disampaikan oleh Wakil Ketua Fuspaq Kendal, Abu Suyudi bahwa Wisuda PGPQ angkatan ke-34 ini diikuti 580 orang, yang telah mengikuti pendidikan selama empat bulan.

Berita Lainnya

Abu Suyudi juga menerangkan, guru TPQ diwajibkan untuk memiliki Sertifikat Kompetensi Guru TPQ. Bagi para guru yang diwisuda sebelumnya telah mengikuti Pendidikan Guru Pengajar Al Quran selama empat bulan.

“Adapun materi pendidikan yang telah diikuti meliputi tajwidul Quran, Psikolog Pendidikan, Ghoribul Quran, dan administrasi pendidikan dan teknik mengajar,” ungkap Ketua Fuspaq Kendal.

Abu Suyudi menyampaikan, peran Fuspaq adalah memberikan pembinaan terhadap guru TPQ dalam rangka mengembangkan pendidikan Al-Quran di TPQ masing-masing, sehingga para guru TPQ harus memiliki kompetensi dalam memberikan pendidikan Al-Quran.

Sementara itu, Bupati Kendal H. Dico M. Ganinduto mengatakan, para guru TPQ sudah bekerja keras dan banyak berkontribusi terhadap pendidikan di Kabupaten Kendal. Maka, peran guru TPQ sangat penting bagi Kabupaten Kendal untuk mencetak generasi emas yang berakhlak mulia.

Menurut Bupati Kendal, Fuspaq tidak hanya menaungi guru-guru TPQ di Kabupaten Kendal, tetapi juga mengirimkan guru TPQ ke luar daerah, salah satunya di Provinsi Batam, sehingga peran Fuspaq Kendal juga untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Kami dari Pemkab Kendal juga akan m terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru TPQ. Hal ini sudah kami buktikan dengan menaikkan insentif guru TPQ, yang sebelum hanya Rp600.000 dan dinaikkan menjadi Rp1200.000,” tutur Bupati Dico.

Kemudian acara dilanjutkan dengan ceramah ilmiah oleh Wakil Menteri Agama dengan mengangkat tema “Mengajar Al-Quran di Era Moderasi Beragama”.

Dalam acara tersebut, Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan, saat ini masih banyak yang keliru dalam pemahaman tentang moderasi beragama, sehingga perlu diluruskan, bahwa moderasi beragama adalah pemahaman agama secara moderat, yaitu beragama yang memberikan rahmat bagi seluruh alam.

Ia juga meminta, agar menghindari pemahaman agama yang ekstrim, baik ekstrim ke kiri maupun ekstrim ke kanan. Hal itu mengingat bahwa pemahaman agama yang ekstrim adalah pemahaman agama yang salah, sehingga harus diluruskan, agar tidak menimbulkan perpecahan.(RLS)

Pos terkait